Book Detail

ANALISIS KESESUAIAN IKLIM TANAMAN SORGUM SERTA POLA DAN JADWAL TANAM BERDASARKAN ANALISIS NERACA AIR LAHAN KLIMATOLOGIS, EL NINO 2015, DAN LA NINA 2010 DI KABUPATEN LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR

Author(s)
: WAHYU TAQWA MAULANA
Edition
:
Call Number
: 550.6 MAU a
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: Kesesuaian Iklim, Sorgum, Pola Tanam, La Nina, El
Clasification
: 550.6 MAU a
Series Title
:
GMD
: Skripsi
Language
: Indonesia
Publisher
: Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geosika
Publishing Year
: 2019
Publishing Place
: Tangerang Selatan
Collation
: 133 hal., ilus., 30cm
Specific Detail Info
:
File Attachment
:
Availibilty
: 201953020.1   My Library   : Available
Kabupaten Lamongan merupakan salah satu sentra produksi sorgum yang terus dikembangkan produktivitas sorgum Kecamatan Babat mencapai 4230.8 ton dengan luas tanaman sorgum sekitar 634 ha, peningkatan luas lahan pertanian sorgum serta menejemen pertanian yang baik agar dapat memaksimalkan produktivitas sorgum di Kabupaten Lamongan. Informasi Kesesuain iklim untuk tanaman sorgum serta informasi pola dan jadwal tanam sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sorgum dan mengurangi resiko gagal panen khususnya curah hujan dan suhu udara. Fenomena El Nino dan La Nina merupakan fenomena global yang mempengaruhi kondisi curah hujan di Indonesia. Pengaruh El Nino terhadap curah hujan musiman di Indonesia berlangsung saat pertengahan tahun yakni PMK dan AMH. Secara umum La Nina tidak memberikan pengaruh nyata terhadap curah hujan AMK, PMK, AMH dan PMH di Indonesia (Sitompul dkk., 2013). Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian tentang pola dan jadwal tanam sorgum pada periode nrmal serta perubahanya ketika terjadi El Nino dan La Nina. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata-rata curah hujan, suhu udara tahun 1990-2016, El Nino 2015, La Nina 2010, serta dua parameter fisik tanah yaitu tekstur tanah yang digunakan untuk perhitungan Kelas Kesesuaian. Metode yang digunakan adalah perhitungan neraca air lahan Thornthwaite-Mather pada setiap pos hujan perwakilan yang dipilih di Kabupaten Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh wilayah Kabupaten Lamongan umumnya memiliki kelas S1 (Sangat Sesuai) dan S2 (Sesuai). Fenomena El Nino 2015 dan La Nina 2010 menyebabkan perubahan pola dan jadwal tanam dari kondisi normalnya. Ketika El Nino, pola tanam untuk sebagian besar wilayah umumnya berubah menjadi 1 kali tanam dan terjadi pergeseran jadwal tanam yang awalnya dimulai pada Bulan Desember bergeser menjadi bulan Januari. Ketika La Nina untuk bebagian besar wilayah pola tanam berubah menjadi 3 kali tanam dan terjadi pergeseran jadwal tanam dengan mayoritas awal musim tanam dimulai pada Bulan Oktober.

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu sentra produksi sorgum yang terus dikembangkan produktivitas sorgum Kecamatan Babat mencapai 4230.8 ton dengan luas tanaman sorgum sekitar 634 ha, peningkatan luas lahan pertanian sorgum serta menejemen pertanian yang baik agar dapat memaksimalkan produktivitas sorgum di Kabupaten Lamongan. Informasi Kesesuain iklim untuk tanaman sorgum serta informasi pola dan jadwal tanam sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sorgum dan mengurangi resiko gagal panen khususnya curah hujan dan suhu udara. Fenomena El Nino dan La Nina merupakan fenomena global yang mempengaruhi kondisi curah hujan di Indonesia. Pengaruh El Nino terhadap curah hujan musiman di Indonesia berlangsung saat pertengahan tahun yakni PMK dan AMH. Secara umum La Nina tidak memberikan pengaruh nyata terhadap curah hujan AMK, PMK, AMH dan PMH di Indonesia (Sitompul dkk., 2013). Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian tentang pola dan jadwal tanam sorgum pada periode nrmal serta perubahanya ketika terjadi El Nino dan La Nina. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata-rata curah hujan, suhu udara tahun 1990-2016, El Nino 2015, La Nina 2010, serta dua parameter fisik tanah yaitu tekstur tanah yang digunakan untuk perhitungan Kelas Kesesuaian. Metode yang digunakan adalah perhitungan neraca air lahan Thornthwaite-Mather pada setiap pos hujan perwakilan yang dipilih di Kabupaten Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh wilayah Kabupaten Lamongan umumnya memiliki kelas S1 (Sangat Sesuai) dan S2 (Sesuai). Fenomena El Nino 2015 dan La Nina 2010 menyebabkan perubahan pola dan jadwal tanam dari kondisi normalnya. Ketika El Nino, pola tanam untuk sebagian besar wilayah umumnya berubah menjadi 1 kali tanam dan terjadi pergeseran jadwal tanam yang awalnya dimulai pada Bulan Desember bergeser menjadi bulan Januari. Ketika La Nina untuk bebagian besar wilayah pola tanam berubah menjadi 3 kali tanam dan terjadi pergeseran jadwal tanam dengan mayoritas awal musim tanam dimulai pada Bulan Oktober.

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 70 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG