Book Detail

ANALISIS KARAKTERISTIK KETINGGIAN LAPISAN BATAS ATMOSFER INDONESIA BAGIAN BARAT DENGAN DATA RADIOSONDE

Author(s)
: Ashifa Putri
Edition
:
Call Number
: 550.6 PUT A
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: LBA, Parsel, Richardson Number, IOD
Clasification
: 550.6 PUT A
Series Title
:
GMD
: Skripsi
Language
: Indonesia
Publisher
: SekolahTinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publishing Year
: 2019
Publishing Place
: Tangerang Selatan
Collation
: 90 hal;ilus;30cm
Specific Detail Info
:
File Attachment
:
Availibilty
: 201951039.1   My Library   : Available
Atmospheric Boundary Layer (ABL) atau yang biasa disebut sebagai Planetary Boundary Layer (PBL) merupakan bagian dari troposfer yang paling dekat dengan permukaan bumi sehingga lapisan ini mendapat pengaruh secara langsung dari permukaan bumi dengan rentang waktu respon sekitar satu jam atau kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketinggian LBA di wilayah Indonesia bagian barat dengan menggunakan data radiosonde, yang diolah menggunakan dua metode, yaitu metode parsel dan Richardson Number (Rib). Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat keterkaitan antara ketinggian LBA pada periode SON dengan fenomena global yang terjadi pada tahun 2010, 2013 dan 2015. Hasilnya adalah terdapat dua nilai ketinggian yang berbeda, dengan menggunakan metode parsel, ketinggian LBA berada pada rentang 400 – 1200 m, sedangkan dengan menggunakan metode Rib, didapat hasil ketinggian LBA berada pada rentang 700 – 3000 m. Ketinggian LBA juga dipengaruhi oleh faktor global, dimana pada saat El – Nino dan IOD positif nilai LBA berada pada rentang lebih tinggi (500 – 180 m) sedangkan pada saat La Nina dan IOD negatif serta pada saat normal, LBA berada pada rentang lebih rendah (400 – 600 m)

Atmospheric Boundary Layer (ABL) atau yang biasa disebut sebagai Planetary Boundary Layer (PBL) merupakan bagian dari troposfer yang paling dekat dengan permukaan bumi sehingga lapisan ini mendapat pengaruh secara langsung dari permukaan bumi dengan rentang waktu respon sekitar satu jam atau kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketinggian LBA di wilayah Indonesia bagian barat dengan menggunakan data radiosonde, yang diolah menggunakan dua metode, yaitu metode parsel dan Richardson Number (Rib). Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat keterkaitan antara ketinggian LBA pada periode SON dengan fenomena global yang terjadi pada tahun 2010, 2013 dan 2015. Hasilnya adalah terdapat dua nilai ketinggian yang berbeda, dengan menggunakan metode parsel, ketinggian LBA berada pada rentang 400 – 1200 m, sedangkan dengan menggunakan metode Rib, didapat hasil ketinggian LBA berada pada rentang 700 – 3000 m. Ketinggian LBA juga dipengaruhi oleh faktor global, dimana pada saat El – Nino dan IOD positif nilai LBA berada pada rentang lebih tinggi (500 – 180 m) sedangkan pada saat La Nina dan IOD negatif serta pada saat normal, LBA berada pada rentang lebih rendah (400 – 600 m)

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 70 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG