Book Detail

PELUANG KONDISI KUALITAS UDARA (PM10) BERDASARKAN ANALISIS DERET HARI KERING DI DKI JAKARTA

Author(s)
: Edi Rahmanto
Edition
:
Call Number
: 550.6 RAH p
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: PM10, deret hari kering, peluang, El Niño, dan ko
Clasification
: 550.6 RAH p
Series Title
:
GMD
: Skripsi
Language
: Indonesia
Publisher
: Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publishing Year
: 2019
Publishing Place
: Tangerang Selatan
Collation
: 85 hal ; ilus 30cm
Specific Detail Info
:
File Attachment
:
Availibilty
: 201953008.1   My Library   : Available
DKI Jakarta merupakan kota megapolitan di Indonesia. Dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia, masalah pencemaran udara menjadi isu yang tidak bisa dipisahkan. Banyaknya masalah yang ditimbulkan akibat buruknya kulitas udara, membuat pemerintah dan masyarakat akhir-akhir ini menjadi lebih peduli terhadap kondisi kualitas udara. PM10 merupakan partikulat halus yang berukuran kurang dari 10 mikrometer. Hujan sebagai parameter iklim juga turut mempengaruhi kualitas udara, karena hujan sering dikatakan sebagai “Pencuci Udara”. Informasi peluang kondisi kualitas udara dapat diketahui salah satunya dari informasi deret hari kering. Adanya informasi tersebut dapat memberi gambaran kepada masyarakat akan kesiap siagaan apabila kualitas udara memburuk. Fenomena cuaca dan iklim di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh gangguan- gangguan skala global misalnya El Niño dan La Niña (disturbance approach Fenomena ini sebagai salah satu variabel yang memengaruhi intensitas hujan yang bisa menjadi salah satu indikator dalam menentukan kondisi kualitas udara. Saat musim kemarau intensitas hujan akan berkurang, maka hujan sebagai pencuci udara akan tidak berfungsi secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peluang kualitas udara saat deret hari kering berturut-turut bulanan dan mengidentifikasi deret hari kering maksimum terhadap kualitas udara pada saat El Niño, La Niña, serta tahun netral. Data yang digunakan ialah data pengamatan dari tahun 2011 sampai dengan 2018 di 6 pos pengamatan yang ada di wilayah DKI Jakarta. Metode yang digunakan menggunakan metode peluang dan menggunakan metode contingency coefficient dalam mencari tingkat hubungan antara deret hari kering dengan kualitas udara. Dari penelitian ini ditemukan hubungan antara deret hari kering dengan kualitas udara (PM10) saat El Niño berada pada tingkat kuat hingga sangat kuat di hampir setiap pos pengamatan.

DKI Jakarta merupakan kota megapolitan di Indonesia. Dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia, masalah pencemaran udara menjadi isu yang tidak bisa dipisahkan. Banyaknya masalah yang ditimbulkan akibat buruknya kulitas udara, membuat pemerintah dan masyarakat akhir-akhir ini menjadi lebih peduli terhadap kondisi kualitas udara. PM10 merupakan partikulat halus yang berukuran kurang dari 10 mikrometer. Hujan sebagai parameter iklim juga turut mempengaruhi kualitas udara, karena hujan sering dikatakan sebagai “Pencuci Udara”. Informasi peluang kondisi kualitas udara dapat diketahui salah satunya dari informasi deret hari kering. Adanya informasi tersebut dapat memberi gambaran kepada masyarakat akan kesiap siagaan apabila kualitas udara memburuk. Fenomena cuaca dan iklim di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh gangguan- gangguan skala global misalnya El Niño dan La Niña (disturbance approach Fenomena ini sebagai salah satu variabel yang memengaruhi intensitas hujan yang bisa menjadi salah satu indikator dalam menentukan kondisi kualitas udara. Saat musim kemarau intensitas hujan akan berkurang, maka hujan sebagai pencuci udara akan tidak berfungsi secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peluang kualitas udara saat deret hari kering berturut-turut bulanan dan mengidentifikasi deret hari kering maksimum terhadap kualitas udara pada saat El Niño, La Niña, serta tahun netral. Data yang digunakan ialah data pengamatan dari tahun 2011 sampai dengan 2018 di 6 pos pengamatan yang ada di wilayah DKI Jakarta. Metode yang digunakan menggunakan metode peluang dan menggunakan metode contingency coefficient dalam mencari tingkat hubungan antara deret hari kering dengan kualitas udara. Dari penelitian ini ditemukan hubungan antara deret hari kering dengan kualitas udara (PM10) saat El Niño berada pada tingkat kuat hingga sangat kuat di hampir setiap pos pengamatan.

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 70 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG