Book Detail

ANALISIS PERUBAHAN NILAI KEMAGNETAN TERHADAP AKTIFITAS VULKANIK GUNUNG LOKON DI STASIUN PENGAMATAN MAGNET, TONDANO

Author(s)
: Khairina Fauzi
Edition
:
Call Number
:
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: Anomali Medan Magnet, Gunung Lokon
Clasification
: 1
Series Title
:
GMD
: Tugas Akhir
Language
: Indonesia
Publisher
: AMG
Publishing Year
: 2012
Publishing Place
: Jakarta
Collation
:
Specific Detail Info
:
File Attachment
: No Attachment
Availibilty
: 20122014.1   My Library   : Available
ABSTRAK Ring of Fire atau cincin api merupakan suatu sirkum pasifik dan sirkum mediterania yang didalamnya terdapat wilayah – wilayah yang paling sering terjadi gempabumi serta letusan gunung berapi, salah satunya Indonesia. Terbentuknya gunung api disebabkan oleh pertemuan dua lempeng dimana salah satu lempengnya menunjam di bawah lempeng yang lain, disebut juga zona penunjaman atau subduksi karena pada zona ini terjadi penghancuran atau tenggelamnya sebagian lempeng. Pada bagian lempeng yang menunjam ke astenosfer di beberapa tempat terjadi pelelehan dan materi lelehan dapat muncul sampai ke permukaan kemudian membeku. Gunung api yang meletus dapat membahayakan masyarakat karena mengeluarkan magma dengan suhu yang sangat tinggi yakni sekitar 1.000 °C serta membawa batu dan abu menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih. Ada beberapa indikator untuk mengetahui gunung berapi hendak meletus, salah satunya melalui medan magnet. Beberapa batuan yang ditemukan di sekitar gunung berapi yang mengandung logam magnetik akan melepaskan kemagnetannya. Disamping itu, pemantauan gunung meletus dapat dilihat dari perubahan nilai-nilai komponen medan magnet yang terekam di stasiun pengamatan magnet. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa ada peningkatan dari rasio komponen Z/H sebelum terjadi fenomena proses geodinamika (gempabumi atau gunung api) yang kuat, dan setelah proses terjadi rasio menurun. Untuk memproses data ini dibutuhkan nilai medan magnet bumi hasil pengukuran di permukaan bumi komponen vertikal Hz(t) dan komponen horizontal Hx(t) pada titik tertentu. Dalam studi ini, hasil plot data magnetik dan polarisasi pada bulan Juni – Juli 2011 dari Observatorium Tondano menunjukkan adanya anomali medan magnet yang diduga berkaitan dengan aktifitas vulkanik gunung Lokon. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan parameter suhu dan stress yang meningkat di sekitar lokasi.

ABSTRAK Ring of Fire atau cincin api merupakan suatu sirkum pasifik dan sirkum mediterania yang didalamnya terdapat wilayah – wilayah yang paling sering terjadi gempabumi serta letusan gunung berapi, salah satunya Indonesia. Terbentuknya gunung api disebabkan oleh pertemuan dua lempeng dimana salah satu lempengnya menunjam di bawah lempeng yang lain, disebut juga zona penunjaman atau subduksi karena pada zona ini terjadi penghancuran atau tenggelamnya sebagian lempeng. Pada bagian lempeng yang menunjam ke astenosfer di beberapa tempat terjadi pelelehan dan materi lelehan dapat muncul sampai ke permukaan kemudian membeku. Gunung api yang meletus dapat membahayakan masyarakat karena mengeluarkan magma dengan suhu yang sangat tinggi yakni sekitar 1.000 °C serta membawa batu dan abu menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih. Ada beberapa indikator untuk mengetahui gunung berapi hendak meletus, salah satunya melalui medan magnet. Beberapa batuan yang ditemukan di sekitar gunung berapi yang mengandung logam magnetik akan melepaskan kemagnetannya. Disamping itu, pemantauan gunung meletus dapat dilihat dari perubahan nilai-nilai komponen medan magnet yang terekam di stasiun pengamatan magnet. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa ada peningkatan dari rasio komponen Z/H sebelum terjadi fenomena proses geodinamika (gempabumi atau gunung api) yang kuat, dan setelah proses terjadi rasio menurun. Untuk memproses data ini dibutuhkan nilai medan magnet bumi hasil pengukuran di permukaan bumi komponen vertikal Hz(t) dan komponen horizontal Hx(t) pada titik tertentu. Dalam studi ini, hasil plot data magnetik dan polarisasi pada bulan Juni – Juli 2011 dari Observatorium Tondano menunjukkan adanya anomali medan magnet yang diduga berkaitan dengan aktifitas vulkanik gunung Lokon. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan parameter suhu dan stress yang meningkat di sekitar lokasi.

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG