Book Detail

ANALISIS PENGARUH DIPOLE MODE TERHADAP CURAH HUJAN MINGGUAN DI KOTA BENGKULU PERIODE 1986-2010

Author(s)
: Fandi Primadia Pratama
Edition
:
Call Number
:
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: curah hujan, Dipole Mode
Clasification
: 1
Series Title
:
GMD
: Buku
Language
: Indonesia
Publisher
: Akademi Meteorologi dan Geofisika
Publishing Year
: 2013
Publishing Place
: Jakarta
Collation
:
Specific Detail Info
:
File Attachment
: No Attachment
Availibilty
: 20131002.1   My Library   : Available
ABSTRAK Kota Bengkulu terletak di antara 3o45’–3o59’ Lintang Selatan dan 102o14’– 102o22’ Bujur Timur, yang secara geografis berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Kondisi ini menyebabkan Kota Bengkulu memungkinkan terpengaruh oleh aktivitas yang terjadi di Samudera Hindia. Salah satu aktivitas yang terjadi di Samudera Hindia adalah Indian Ocean Dipole (IOD) atau Dipole Mode. Data yang digunakan adalah data curah hujan dari tahun 1986 – 2010 (25 tahun) dari dua stasiun di Kota Bengkulu yaitu Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno dan Stasiun Klimatologi Pulau Baai. Metodologi yang dipakai dalam penulisan ini adalah dengan cara membandingkan indeks curah hujan rata-rata mingguan tiap tahun Kota Bengkulu dengan kejadian Dipole Mode mingguan pada tiap tahunnya. Kemudian dicari nilai koefisien korelasinya. Berdasarkan pengolahan dan analisis, diperoleh kesimpulan bahwa pengaruh Dipole Mode terhadap variasi curah hujan mingguan di Kota Bengkulu sangat kecil. Terdapat peningkatan curah hujan yang sangat signifikan pada satu minggu setelah terjadi nilai IDM paling negatif.

ABSTRAK Kota Bengkulu terletak di antara 3o45’–3o59’ Lintang Selatan dan 102o14’– 102o22’ Bujur Timur, yang secara geografis berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Kondisi ini menyebabkan Kota Bengkulu memungkinkan terpengaruh oleh aktivitas yang terjadi di Samudera Hindia. Salah satu aktivitas yang terjadi di Samudera Hindia adalah Indian Ocean Dipole (IOD) atau Dipole Mode. Data yang digunakan adalah data curah hujan dari tahun 1986 – 2010 (25 tahun) dari dua stasiun di Kota Bengkulu yaitu Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno dan Stasiun Klimatologi Pulau Baai. Metodologi yang dipakai dalam penulisan ini adalah dengan cara membandingkan indeks curah hujan rata-rata mingguan tiap tahun Kota Bengkulu dengan kejadian Dipole Mode mingguan pada tiap tahunnya. Kemudian dicari nilai koefisien korelasinya. Berdasarkan pengolahan dan analisis, diperoleh kesimpulan bahwa pengaruh Dipole Mode terhadap variasi curah hujan mingguan di Kota Bengkulu sangat kecil. Terdapat peningkatan curah hujan yang sangat signifikan pada satu minggu setelah terjadi nilai IDM paling negatif.

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG