Book Detail

PENGARUH DIPOLE MODE TERHADAP CURAH HUJAN DI WILAYAH SUMATERA UTARA TAHUN 1993 - 2002

Author(s)
: Benedictus Kushardian
Edition
:
Call Number
:
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: Dipole Mode, Curah Hujan, Indeks Dipole Mode, Mons
Clasification
: 1
Series Title
:
GMD
: Tugas Akhir
Language
: Indonesia
Publisher
: Akademi Meteorologi dan Geofisika
Publishing Year
: 2013
Publishing Place
: Jakarta
Collation
:
Specific Detail Info
:
File Attachment
: No Attachment
Availibilty
: 20131033.1   My Library   : Available
ABSTRAK Daerah Sumatera Utara yang terletak di pulau Sumatera ini berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Cuaca yang ada di pulau Sumatera bagian utara berkaitan dengan pola cuaca yang terjadi di samudra Hindia. Tak terkecuali pola curah hujan yang ada di Sumatera Utara juga dipengaruhi oleh fenomena yang terjadi di Samudra Hindia, yang salah satunya adalah Dipole Mode. Penulis mengelompokkan jumlah curah hujan berdasarkan bulan, membuat grafik antara indeks Dipole Mode dengan jumlah curah hujan tiap bulannya agar mendapat pengaruh Indeks Dipole Mode terhadap curah hujan. Kemudian membuat korelasi silang (cross corelation) antara curah hujan dengan indeks Dipole Mode tiap tahun pada masing – masing lokasi di Sumatera Utara. Berdasarkan hasil grafik antara curah hujan dengan indeks Dipole Mode terlihat bahwa, apabila indeks Dipole Mode bernilai positif maka curah hujan yang terjadi pada daerah Sumatera Utara akan mengalami penurunan tetapi ketika indeks Dipole Mode bernilai negatif maka curah hujan yang terjadi pada daerah di Sumatera Utara akan cenderung naik atau besar Serta dari hasil korelasi antara Indeks Dipole Mode dengan curah hujan selama tahun 1993 - 2002, didapat bahwa setiap Indeks Dipole Mode negatif atau positif pada setiap bulannya cukup berpengaruh pada jumlah curah hujan dibeberapa wilayah Sumatera Utara dengan korelasi tertinggi terjadi di Gunung Sitoli dan korelasi terkecil terjadi di daerah Prapat.

ABSTRAK Daerah Sumatera Utara yang terletak di pulau Sumatera ini berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Cuaca yang ada di pulau Sumatera bagian utara berkaitan dengan pola cuaca yang terjadi di samudra Hindia. Tak terkecuali pola curah hujan yang ada di Sumatera Utara juga dipengaruhi oleh fenomena yang terjadi di Samudra Hindia, yang salah satunya adalah Dipole Mode. Penulis mengelompokkan jumlah curah hujan berdasarkan bulan, membuat grafik antara indeks Dipole Mode dengan jumlah curah hujan tiap bulannya agar mendapat pengaruh Indeks Dipole Mode terhadap curah hujan. Kemudian membuat korelasi silang (cross corelation) antara curah hujan dengan indeks Dipole Mode tiap tahun pada masing – masing lokasi di Sumatera Utara. Berdasarkan hasil grafik antara curah hujan dengan indeks Dipole Mode terlihat bahwa, apabila indeks Dipole Mode bernilai positif maka curah hujan yang terjadi pada daerah Sumatera Utara akan mengalami penurunan tetapi ketika indeks Dipole Mode bernilai negatif maka curah hujan yang terjadi pada daerah di Sumatera Utara akan cenderung naik atau besar Serta dari hasil korelasi antara Indeks Dipole Mode dengan curah hujan selama tahun 1993 - 2002, didapat bahwa setiap Indeks Dipole Mode negatif atau positif pada setiap bulannya cukup berpengaruh pada jumlah curah hujan dibeberapa wilayah Sumatera Utara dengan korelasi tertinggi terjadi di Gunung Sitoli dan korelasi terkecil terjadi di daerah Prapat.

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG