Book Detail

ANALISIS PENGARUH DIPOLE MODE TERHADAP VARIASI JUMLAH CURAH HUJAN DI STASIUN METEOROLOGI PINANGSORI-SIBOLGA, BANDA ACEH DAN LHOKSEUMAWE PERIODE 2001-2010

Author(s)
: NIA KLAUDIA GINTING
Edition
:
Call Number
:
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: Dipole Mode, Curah Hujan, Indeks Dipole Mode
Clasification
: 1
Series Title
:
GMD
: Tugas Akhir
Language
: Indonesia
Publisher
: Apress
Publishing Year
: 2013
Publishing Place
: Jakarta
Collation
:
Specific Detail Info
:
File Attachment
: No Attachment
Availibilty
: 20131051.1   My Library   : Available
ABSTRACT Dipole mode adalah tanda-tanda atau gejala akan menaiknya atau memanasnya suhu permukaan laut (SPL) dari kondisi normal di sepanjang Ekuator Samudera Hindia, khususnya di sebelah selatan India yang diiringi dengan menurunnya suhu permukaan laut tidak normal di perairan Indonesia di wilayah pantai barat Sumatera. Dalam penulisan ini, penulis menganalisis dan membuktikan apakah dampak Dipole Mode berpengaruh kuat atau tidak terhadap variasi jumlah curah hujan di Stasiun Meteorologi Pinangsori-Sibolga, Banda Aceh dan Lhokseumawe. Pengaruh Dipole Mode terhadap variasi jumlah curah hujan dilihat dari nilai korelasinya terdapat di Stasiun Meteorologi Pinangsori-Sibolga dan Stasiun Meteorologi Lhokseumawe, kecuali Stasiun Meteorologi Banda Aceh yang tidak berpengaruh besar terhadap variasi jumlah curah hujan. Berdasarkan nilai korelasi diperoleh kesimpulan bahwa secara umum Dipole Mode berpengaruh terhadap variasi jumlah curah hujan di Stasiun Meteorologi Pinangsori-Sibolga, Banda Aceh dan Lhokseumawe namun tidak signifikan. Pengaruh yang signifikan adalah pada bulan Mei dengan nilai korelasi -0,60 dan bulan Juli dengan nilai korelasi 0,56 di Stasiun Meteorologi Pinangsori-Sibolga. Pada bulan Januari dan bulan Juli dengan nilai korelasi 0,57 di Stasiun Meteorologi Lhokseumawe.

ABSTRACT Dipole mode adalah tanda-tanda atau gejala akan menaiknya atau memanasnya suhu permukaan laut (SPL) dari kondisi normal di sepanjang Ekuator Samudera Hindia, khususnya di sebelah selatan India yang diiringi dengan menurunnya suhu permukaan laut tidak normal di perairan Indonesia di wilayah pantai barat Sumatera. Dalam penulisan ini, penulis menganalisis dan membuktikan apakah dampak Dipole Mode berpengaruh kuat atau tidak terhadap variasi jumlah curah hujan di Stasiun Meteorologi Pinangsori-Sibolga, Banda Aceh dan Lhokseumawe. Pengaruh Dipole Mode terhadap variasi jumlah curah hujan dilihat dari nilai korelasinya terdapat di Stasiun Meteorologi Pinangsori-Sibolga dan Stasiun Meteorologi Lhokseumawe, kecuali Stasiun Meteorologi Banda Aceh yang tidak berpengaruh besar terhadap variasi jumlah curah hujan. Berdasarkan nilai korelasi diperoleh kesimpulan bahwa secara umum Dipole Mode berpengaruh terhadap variasi jumlah curah hujan di Stasiun Meteorologi Pinangsori-Sibolga, Banda Aceh dan Lhokseumawe namun tidak signifikan. Pengaruh yang signifikan adalah pada bulan Mei dengan nilai korelasi -0,60 dan bulan Juli dengan nilai korelasi 0,56 di Stasiun Meteorologi Pinangsori-Sibolga. Pada bulan Januari dan bulan Juli dengan nilai korelasi 0,57 di Stasiun Meteorologi Lhokseumawe.

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG