Book Detail

KLASIFIKASI IKLIM DI PROVINSI SULAWESI UTARA MENURUT SCHMIDT DAN FERGUSON

Author(s)
:
Edition
:
Call Number
:
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: Kata Kunci : Klasifikasi Iklim Schmidt dan Ferguso
Clasification
: 1
Series Title
:
GMD
: Tugas Akhir
Language
:
Publisher
: Apress
Publishing Year
: 2013
Publishing Place
: Hoboken, NJ
Collation
:
Specific Detail Info
:
File Attachment
: No Attachment
Availibilty
:
ABSTRAK Unsur-unsur iklim yang menunjukan pola keragaman yang jelas merupakan dasar dalam melakukan klasifikasi iklim. Unsur iklim yang sering dipakai adalah suhu dan curah hujan. Klasifikasi iklim umumnya sangat spesifik yang didasarkan atas tujuan penggunaannya, misalnya untuk pertanian, penerbangan, dan kelautan. Provinsi Sulawesi Utara memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan bervariasi meliputi beberapa sektor seperti, pertanian dan perkebunan, pertambangan, pariwisata, perindustrian. Dimana yang mendominasi adalah sektor pertanian dan perkebunan. Untuk menentukan jenis iklimnya, Schmidt dan Ferguson menggunakan harga perbandingan Q yang didefinisikan sebagai jumlah rata-rata bulan kering dibagi dengan jumlah rata-rata bulan basah. Dari harga Q tersebut kemudian Schmidt dan Ferguson menentukan jenis iklimnya yang ditandai iklim A sampai iklim H. Berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson, Provinsi Sulawesi Utara memiliki tipe iklim A sampai D. Tipe iklim A adalah daerah sangat basah antara lain meliputi wilayah Panikiatas, Bandara samratulangi, Winangun, Pinolosia, Modayang, Tondano stageof, Beo, Naha, dan Tagulandang. Tipe iklim B adalah daerah basah antara lain meliputi wilayah; Bitung, Tambala, Kalasey, Kawangkoan, Wasian kakas, Airmadidi, Ratahan, Tareran, Airmadidi dan Tombatu, Tipe iklim C adalah daerah agak basah antara lain meliputi wilayah, Pandu, Airtembaga, Langoan Utara, Tondano Selatan, Tenga, dan Modoinding. Tipe iklim D adalah daerah sedang antara lain meliputi wilayah: Mongkonai, Tomohon, Kauditan, Tonsealama, Kotabunan, Lolak, Motabang, Poigar.

ABSTRAK Unsur-unsur iklim yang menunjukan pola keragaman yang jelas merupakan dasar dalam melakukan klasifikasi iklim. Unsur iklim yang sering dipakai adalah suhu dan curah hujan. Klasifikasi iklim umumnya sangat spesifik yang didasarkan atas tujuan penggunaannya, misalnya untuk pertanian, penerbangan, dan kelautan. Provinsi Sulawesi Utara memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan bervariasi meliputi beberapa sektor seperti, pertanian dan perkebunan, pertambangan, pariwisata, perindustrian. Dimana yang mendominasi adalah sektor pertanian dan perkebunan. Untuk menentukan jenis iklimnya, Schmidt dan Ferguson menggunakan harga perbandingan Q yang didefinisikan sebagai jumlah rata-rata bulan kering dibagi dengan jumlah rata-rata bulan basah. Dari harga Q tersebut kemudian Schmidt dan Ferguson menentukan jenis iklimnya yang ditandai iklim A sampai iklim H. Berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson, Provinsi Sulawesi Utara memiliki tipe iklim A sampai D. Tipe iklim A adalah daerah sangat basah antara lain meliputi wilayah Panikiatas, Bandara samratulangi, Winangun, Pinolosia, Modayang, Tondano stageof, Beo, Naha, dan Tagulandang. Tipe iklim B adalah daerah basah antara lain meliputi wilayah; Bitung, Tambala, Kalasey, Kawangkoan, Wasian kakas, Airmadidi, Ratahan, Tareran, Airmadidi dan Tombatu, Tipe iklim C adalah daerah agak basah antara lain meliputi wilayah, Pandu, Airtembaga, Langoan Utara, Tondano Selatan, Tenga, dan Modoinding. Tipe iklim D adalah daerah sedang antara lain meliputi wilayah: Mongkonai, Tomohon, Kauditan, Tonsealama, Kotabunan, Lolak, Motabang, Poigar.

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG