Book Detail

ANALISA HODOGRAPH DALAM MENENTUKAN LABILITAS UDARA TERHADAP PERTUMBUHAN AWAN CUMULONIMBUS TAHUN 2011 DI STASIUN PATTIMURA AMBON

Author(s)
: MUHAMAD ZAINAL RIAT SIHAYA
Edition
:
Call Number
:
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: Cumulonimbus, Labilitas Udara
Clasification
: 1
Series Title
:
GMD
: Tugas Akhir
Language
: Indonesia
Publisher
: Akademi Meteorologi dan Geofisika
Publishing Year
: 2013
Publishing Place
: Jakarta
Collation
:
Specific Detail Info
:
File Attachment
: No Attachment
Availibilty
: 20131127.1   My Library   : Available
ABSTRAK Dalam pengertian meteorologi labilitas udara adalah pergerakan massa udara secara vertikal atau juga perpindahan sifat udara. Pada keadaan labil massa udara yang terangkat keatas akan terus bergerak dengan gradasi yang makin cepat sehingga potensi terbentuknya aktifitas fenomena cuaca semakin besar. Salah satu aktifitas fenomena cuaca yang terbentuk adalah awan Cumulonimbus (Cb). Awan Cb merupakan salah satu aktifitas fenomena cuaca yang berbahaya, oleh karenanya pertumbuhan atau pembentukan awan Cb diharapkan dapat diprediksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memprediksi pertumbuhan awan Cb adalah metode Hodograph, dengan metode ini maka dapat diketahui besarnya pengaruh labilitas udara terhadap pertumbuhan awan Cb. Diwilayah Pattimura Ambon pada periode musim kemarau, kejadian stabil yang tidak terbentuk awan Cb lebih besar dari kejadian labil yang terbentuk awan Cb maupun yang tidak terbentuk awan Cb, sedangkan pada periode musim hujan di bulan Juli, kejadian labil yang terbentuk awan Cb nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian labil yang tidak terbentuk awan Cb, sehingga metode hodograph masih bisa digunakan untuk prakiraan cuaca di Stasiun Pattimura Ambon.Kata Kunci : Cumulonimbus, Labilitas Udara

ABSTRAK Dalam pengertian meteorologi labilitas udara adalah pergerakan massa udara secara vertikal atau juga perpindahan sifat udara. Pada keadaan labil massa udara yang terangkat keatas akan terus bergerak dengan gradasi yang makin cepat sehingga potensi terbentuknya aktifitas fenomena cuaca semakin besar. Salah satu aktifitas fenomena cuaca yang terbentuk adalah awan Cumulonimbus (Cb). Awan Cb merupakan salah satu aktifitas fenomena cuaca yang berbahaya, oleh karenanya pertumbuhan atau pembentukan awan Cb diharapkan dapat diprediksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memprediksi pertumbuhan awan Cb adalah metode Hodograph, dengan metode ini maka dapat diketahui besarnya pengaruh labilitas udara terhadap pertumbuhan awan Cb. Diwilayah Pattimura Ambon pada periode musim kemarau, kejadian stabil yang tidak terbentuk awan Cb lebih besar dari kejadian labil yang terbentuk awan Cb maupun yang tidak terbentuk awan Cb, sedangkan pada periode musim hujan di bulan Juli, kejadian labil yang terbentuk awan Cb nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian labil yang tidak terbentuk awan Cb, sehingga metode hodograph masih bisa digunakan untuk prakiraan cuaca di Stasiun Pattimura Ambon.Kata Kunci : Cumulonimbus, Labilitas Udara

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG