Book Detail

MENGHITUNG JUMLAH HUJAN DAN HARI HUJAN DENGAN PENGOLAHAN CITRA RADAR PALANGKARAYA DI WILAYAH KALIMANTAN TENGAH

Author(s)
: PUTERI PERMATA SANI
Edition
:
Call Number
:
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: Kata kunci : Radar Cuaca, Curah Hujan, Regresi Lin
Clasification
: NONE
Series Title
:
GMD
: Tugas Akhir
Language
: Indonesia
Publisher
:
Publishing Year
: 0
Publishing Place
:
Collation
:
Specific Detail Info
:
File Attachment
: No Attachment
Availibilty
: 2013110.9.1   My Library   : Available
ABSTRAK Kegunaan radar cuaca untuk mendeteksi curah hujan, cuaca buruk serta dapat mengetahui pergerakan awan secara berkala. Di wilayah Kalimantan Tengah tidak semua daerah terdapat stasiun meteorologi, penakar hujan, aws ataupun alat lainnya yang dapat mengetahui hydrometeor yang terjadi. Maka informasi curah hujan yang terdeteksi oleh radar sangat bermanfaat. Terlebih lagi jika daerah tersebut terjadi bencana banjir, hujan ekstrim dll. Umtuk menghitung jumlah hujan dan hari hujan di wilayah Kalimantan Tengah dibutuhkan data radar Palangkaraya dan data obesrevasi dari empat stasiun, yaitu stasiun meteorologi Muara Teweh, stasiun meteorologi Sanggu Buntok, stasiun meteorologi Haji Hasan Sampit, dan stasiun meteorologi Tjilik Riwut Palangkaraya. Data yang digunakan adalah data curah hujan baik observasi dan radar pada bulan April 2011. Metode untuk menentukan jumlah dan hari curah hujan dengan perhitungan manual. Sedangkan untuk mengetahui hubungan keeratan antara radar dengan penakar menggunakan regresi linier. Berdasarkan data diatas, diperoleh jumlah dan hari hujan yang dihasilkan radar untuk masing-masing stasiun. Stasiun meteorologi Muara Teweh curah hujannya 311.29 mm/jam dengan 25 hari hujan. Stasiun Sanggu Buntok curah hujannya 384.8 mm/jam dengan 26 hari hujan. Stasiun meteorologi Haji Hasan Sampit curah hujannya 398.52 mm/jam dengan 27 hari hujan. Stasiun meteorologi Tjilik Riwut Palangkaraya curah hujannya 417.08 mm/jam dengan 24 hari hujan. Kata kunci : Radar Cuaca, Curah Hujan, Regresi Linier

ABSTRAK Kegunaan radar cuaca untuk mendeteksi curah hujan, cuaca buruk serta dapat mengetahui pergerakan awan secara berkala. Di wilayah Kalimantan Tengah tidak semua daerah terdapat stasiun meteorologi, penakar hujan, aws ataupun alat lainnya yang dapat mengetahui hydrometeor yang terjadi. Maka informasi curah hujan yang terdeteksi oleh radar sangat bermanfaat. Terlebih lagi jika daerah tersebut terjadi bencana banjir, hujan ekstrim dll. Umtuk menghitung jumlah hujan dan hari hujan di wilayah Kalimantan Tengah dibutuhkan data radar Palangkaraya dan data obesrevasi dari empat stasiun, yaitu stasiun meteorologi Muara Teweh, stasiun meteorologi Sanggu Buntok, stasiun meteorologi Haji Hasan Sampit, dan stasiun meteorologi Tjilik Riwut Palangkaraya. Data yang digunakan adalah data curah hujan baik observasi dan radar pada bulan April 2011. Metode untuk menentukan jumlah dan hari curah hujan dengan perhitungan manual. Sedangkan untuk mengetahui hubungan keeratan antara radar dengan penakar menggunakan regresi linier. Berdasarkan data diatas, diperoleh jumlah dan hari hujan yang dihasilkan radar untuk masing-masing stasiun. Stasiun meteorologi Muara Teweh curah hujannya 311.29 mm/jam dengan 25 hari hujan. Stasiun Sanggu Buntok curah hujannya 384.8 mm/jam dengan 26 hari hujan. Stasiun meteorologi Haji Hasan Sampit curah hujannya 398.52 mm/jam dengan 27 hari hujan. Stasiun meteorologi Tjilik Riwut Palangkaraya curah hujannya 417.08 mm/jam dengan 24 hari hujan. Kata kunci : Radar Cuaca, Curah Hujan, Regresi Linier

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG