Book Detail

PERBEDAAN PENGUKURAN ANGIN ANTARA ANEMOMETER DAN WINDSOCK DI STASIUN METEOROLOGI KASIGUNCU POSO

Author(s)
: WAHYUNI SAKKA
Edition
:
Call Number
:
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
:
Clasification
: NONE
Series Title
:
GMD
: Tugas Akhir
Language
: Indonesia
Publisher
:
Publishing Year
: 2013
Publishing Place
:
Collation
:
Specific Detail Info
:
File Attachment
: No Attachment
Availibilty
: 20131117.1   My Library   : Available
ABSTRAK Stasiun Meteorologi Kasiguncu Poso merupakan stasiun Synoptik yang juga memberikan layanan informasi cuaca kepada pihak ATC (Air Traffic Control) untuk kepentingan take off (lepas landas) dan landing (mendarat) pesawat. Salah satu faktor penting dari unsur Meteorologi tersebut adalah angin, baik arah maupun kecepatannya. Namun data angin yang diamati dari Anemometer terkadang diragukan oleh pihak ATC (Air Traffic Control) dikarenakan data tersebut berbeda dengan data angin yang terukur dari Windsock. Dalam analisa arah dan kecepatan angin di Stasiun Meteorologi Kasiguncu Poso, penulis menggunakan metode windrose. Data yang digunakan adalah data angin permukaan dari Windsock dan Anemometer siang hari pada jam yang sama pada bulan Oktober 2012, Maret dan April 2013 sebagai pembanding. Sehingga dapat diketahui perbedaan pengukuran antara Anemometer dan Windsock. Berdasarkan sampel pengamatan angin dari Windsock dan Anemometer pada bulan Oktober 2012, Maret dan April 2013, pada jam pengamatan yang sama dapat diketahui angin dari Anemometer memiliki variasi yang lebih besar daripada angin yang terukur oleh Windsock. Perbedaan tersebut dikarenakan penempatan Anemometer yang terlalu dekat dengan hambatan seperti bangunan dan pepohonan. Kata kunci : Windrose, Anemometer, Windsock

ABSTRAK Stasiun Meteorologi Kasiguncu Poso merupakan stasiun Synoptik yang juga memberikan layanan informasi cuaca kepada pihak ATC (Air Traffic Control) untuk kepentingan take off (lepas landas) dan landing (mendarat) pesawat. Salah satu faktor penting dari unsur Meteorologi tersebut adalah angin, baik arah maupun kecepatannya. Namun data angin yang diamati dari Anemometer terkadang diragukan oleh pihak ATC (Air Traffic Control) dikarenakan data tersebut berbeda dengan data angin yang terukur dari Windsock. Dalam analisa arah dan kecepatan angin di Stasiun Meteorologi Kasiguncu Poso, penulis menggunakan metode windrose. Data yang digunakan adalah data angin permukaan dari Windsock dan Anemometer siang hari pada jam yang sama pada bulan Oktober 2012, Maret dan April 2013 sebagai pembanding. Sehingga dapat diketahui perbedaan pengukuran antara Anemometer dan Windsock. Berdasarkan sampel pengamatan angin dari Windsock dan Anemometer pada bulan Oktober 2012, Maret dan April 2013, pada jam pengamatan yang sama dapat diketahui angin dari Anemometer memiliki variasi yang lebih besar daripada angin yang terukur oleh Windsock. Perbedaan tersebut dikarenakan penempatan Anemometer yang terlalu dekat dengan hambatan seperti bangunan dan pepohonan. Kata kunci : Windrose, Anemometer, Windsock

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG