Book Detail

PENGARUH DIPOLE MODE TERHADAP CURAH HUJAN DI ACEH BAGIAN BARAT

Author(s)
: Yasir Prayuna
Edition
:
Call Number
:
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
:
Clasification
: 1
Series Title
:
GMD
: Tugas Akhir
Language
: Indonesia
Publisher
:
Publishing Year
: 2013
Publishing Place
:
Collation
:
Specific Detail Info
:
File Attachment
: No Attachment
Availibilty
: 20131118.1   My Library   : Available
ABSTRAK Curah hujan di Sabang dan Meulaboh menunjukkan variabilitas yang cukup signifikan yang kemudian dikaitkan dengan adanya kejadian Dipole Mode selama 30 tahun (1981-2010). Untuk mengkaji variabilitas curah hujan tersebut digunakan data curah hujan rata-rata bulanan dan data Indeks Dipole Mode (DMI) bulanan pada tahun yang bersangkutan. Dalam pengkajian ini, dihitung harga indeks curah hujan dengan metoda matematik. Hasil yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk grafik yang kemudian dihubungkan dengan grafik Dipole Mode Index yang selanjutnya akan dianalisis berdasarkan posisi matahari saat berada di Belahan Bumi Utara (BBU), sekitar Ekuator, dan Belahan Bumi Selatan (BBS). Hasil analisis menunjukkan kurangnya tingkat kepekaan (sensitivitas) curah hujan di Sabang dalam merespon kejadian Dipole Mode, baik pada saat posisi matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU), sekitar Ekuator maupun Belahan Bumi Selatan (BBS). Hal ini diduga karena proses pembentukan hujan di Sabang lebih didominasi oleh pengaruh monsun Asianya. Sedangkan di Meulaboh menunjukkan korelasi antara ICH dan DMI yang lebih baik dibandingkan di Sabang. Kata Kunci : Indeks Curah hujan, DMI

ABSTRAK Curah hujan di Sabang dan Meulaboh menunjukkan variabilitas yang cukup signifikan yang kemudian dikaitkan dengan adanya kejadian Dipole Mode selama 30 tahun (1981-2010). Untuk mengkaji variabilitas curah hujan tersebut digunakan data curah hujan rata-rata bulanan dan data Indeks Dipole Mode (DMI) bulanan pada tahun yang bersangkutan. Dalam pengkajian ini, dihitung harga indeks curah hujan dengan metoda matematik. Hasil yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk grafik yang kemudian dihubungkan dengan grafik Dipole Mode Index yang selanjutnya akan dianalisis berdasarkan posisi matahari saat berada di Belahan Bumi Utara (BBU), sekitar Ekuator, dan Belahan Bumi Selatan (BBS). Hasil analisis menunjukkan kurangnya tingkat kepekaan (sensitivitas) curah hujan di Sabang dalam merespon kejadian Dipole Mode, baik pada saat posisi matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU), sekitar Ekuator maupun Belahan Bumi Selatan (BBS). Hal ini diduga karena proses pembentukan hujan di Sabang lebih didominasi oleh pengaruh monsun Asianya. Sedangkan di Meulaboh menunjukkan korelasi antara ICH dan DMI yang lebih baik dibandingkan di Sabang. Kata Kunci : Indeks Curah hujan, DMI

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG