Book Detail

JURNAL PREDIKSI CUACA EKSTRIM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL WRF-ARW DI PALANGKARAYA (Studi Kasus Angin Kencang Tanggal 19 Februari 2013 dan 8 Desember 2014)

Author(s)
: Suyatim
ERLYA AFRIANI
Edition
:
Call Number
: 551.5 AFR j
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: Cuaca ekstrim
WRF-ARW
Angin kencang
FNL
GFS
Clasification
: 551.5 AFR j
Series Title
:
GMD
: Compact Disc
Language
: Indonesia
Publisher
:
Publishing Year
: 0
Publishing Place
:
Collation
: PDF DOWNLOAD
Specific Detail Info
: PDF DOWNLOAD
File Attachment
:
Availibilty
: JURPDFM00008.1   My Library   : Available
Abstrak Telah terjadi angin kencang di Palangkaraya tanggal 19 Februari 2013 dan 8 Desember 2014 dengan kecepatan >30 knots. Dilakukan penelitian tentang kemampuan model cuaca numerik WRF-ARW dalam menganalisis dan memprediksi kejadian cuaca ekstrim (angin kencang) serta mengetahui skema parameterisasi radiasi yang sesuai dengan uji skema parameterisasi di daerah Palangkaraya. Dari hasil penelitian didapat bahwa skema parameterisasi radiasi yang paling baik dari data FNL adalah skema radiasi gelombang panjang RRTM dan radiasi gelombang pendek Dudhia, sedangkan dari data GFS skema parameterisasi yang paling baik adalah skema radiasi gelombang panjang CAM dan radiasi gelombang pendek Goddard. Kemudian output model WRF-ARW dari data FNL dan GFS diperoleh hasil yang cukup baik dalam menginterpretasikan pertumbuhan awan-awan konvektif penyebab angin kencang, namun kurang cukup baik dalam menunjukkan kejadian angin kencang lebih dari 30 knots. Kata Kunci : WRF-ARW, Cuaca ekstrim, Angin kencang, FNL, GFS. Abstract

Abstrak Telah terjadi angin kencang di Palangkaraya tanggal 19 Februari 2013 dan 8 Desember 2014 dengan kecepatan >30 knots. Dilakukan penelitian tentang kemampuan model cuaca numerik WRF-ARW dalam menganalisis dan memprediksi kejadian cuaca ekstrim (angin kencang) serta mengetahui skema parameterisasi radiasi yang sesuai dengan uji skema parameterisasi di daerah Palangkaraya. Dari hasil penelitian didapat bahwa skema parameterisasi radiasi yang paling baik dari data FNL adalah skema radiasi gelombang panjang RRTM dan radiasi gelombang pendek Dudhia, sedangkan dari data GFS skema parameterisasi yang paling baik adalah skema radiasi gelombang panjang CAM dan radiasi gelombang pendek Goddard. Kemudian output model WRF-ARW dari data FNL dan GFS diperoleh hasil yang cukup baik dalam menginterpretasikan pertumbuhan awan-awan konvektif penyebab angin kencang, namun kurang cukup baik dalam menunjukkan kejadian angin kencang lebih dari 30 knots. Kata Kunci : WRF-ARW, Cuaca ekstrim, Angin kencang, FNL, GFS. Abstract

PDF DOWNLOAD

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG