Book Detail

JURNAL PREDIKSI CURAH HUJAN BULANAN DENGAN PREDIKTOR SUHU MUKA LAUT DI STASIUN METEOROLOGI MERAUKE

Author(s)
: SAMSU RIZAL WIDIYANA
Edition
:
Call Number
: 551.6 WID j
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: Curah Hujan
SUHU MUKA LAUT
Time Lag
Clasification
: 551.6 WID j
Series Title
:
GMD
: Compact Disc
Language
: Indonesia
Publisher
: STMKG
Publishing Year
: 2015
Publishing Place
: Jakarta
Collation
: PDF download
Specific Detail Info
: PDF download
File Attachment
:
Availibilty
: JURPDFK00033.1   My Library   : Available
Pendekatan statistik banyak digunakan untuk membuat prediksi curah hujan. Salah satu prediktor yang banyak digunakan untuk memprediksi curah hujan adalah suhu muka laut (SML), dalam beberapa penelitian di simpulkan bahwa suhu muka laut tidak secara simultan mempengaruhi curah hujan pada suatu wilayah tetapi seringkali di pengaruhi oleh SML 1 atau 2 bulan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari SML yang berpengaruh terhadap terjadinya hujan di Stasiun Meterologi Merauke serta metode yang paling baik digunakan untuk memprediksi curah hujan. Data yang digunakan meliputi data Curah Hujan (CH) bulanan Stasiun Meteorologi Merauke periode (1998-2012) dan data SML bulanan yang digunakan merupakan data SML di sekitaran wilayah papua dengan luasan 125°-151ºBT dan 5°LU-15ºLS dengan resolusi 2° x 2° periode 1988-2012, Metode yang digunakan adalah Regresi linier Sederhana, Regresi linier Berganda, Regresi Komponen Utama, Regresi Stepwise dan metode Ensemble mean yang merupakan gabungan dari 4 model tunggal sebelumnya. Hasil dari masing-masing model tersebut kemudian di validasi dengan melihat nilai korelasi dan nilai RMSE. Berdasarkan hasil kajian diperoleh hasil, grid 53 SML dengan time lag 2 bulan memiliki nilai korelasi yang paling kuat positif dan, grid 92 SML time lag 1 bulan memiliki nilai korelasi paling kuat negatif terhadap curah hujan d Stamet Merauke serta secara umum model prediksi curah hujan yang di bangun menggunakan regresi komponen utama menunjukkan performa yang paling baik diantara keseluruhan model. Kata kunci : Curah hujan, Suhu muka laut, Time lag

Pendekatan statistik banyak digunakan untuk membuat prediksi curah hujan. Salah satu prediktor yang banyak digunakan untuk memprediksi curah hujan adalah suhu muka laut (SML), dalam beberapa penelitian di simpulkan bahwa suhu muka laut tidak secara simultan mempengaruhi curah hujan pada suatu wilayah tetapi seringkali di pengaruhi oleh SML 1 atau 2 bulan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari SML yang berpengaruh terhadap terjadinya hujan di Stasiun Meterologi Merauke serta metode yang paling baik digunakan untuk memprediksi curah hujan. Data yang digunakan meliputi data Curah Hujan (CH) bulanan Stasiun Meteorologi Merauke periode (1998-2012) dan data SML bulanan yang digunakan merupakan data SML di sekitaran wilayah papua dengan luasan 125°-151ºBT dan 5°LU-15ºLS dengan resolusi 2° x 2° periode 1988-2012, Metode yang digunakan adalah Regresi linier Sederhana, Regresi linier Berganda, Regresi Komponen Utama, Regresi Stepwise dan metode Ensemble mean yang merupakan gabungan dari 4 model tunggal sebelumnya. Hasil dari masing-masing model tersebut kemudian di validasi dengan melihat nilai korelasi dan nilai RMSE. Berdasarkan hasil kajian diperoleh hasil, grid 53 SML dengan time lag 2 bulan memiliki nilai korelasi yang paling kuat positif dan, grid 92 SML time lag 1 bulan memiliki nilai korelasi paling kuat negatif terhadap curah hujan d Stamet Merauke serta secara umum model prediksi curah hujan yang di bangun menggunakan regresi komponen utama menunjukkan performa yang paling baik diantara keseluruhan model. Kata kunci : Curah hujan, Suhu muka laut, Time lag

PDF download

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG