Book Detail

JURNAL SIMULASI MESOSCALE CONVECTIVE SYSTEM MENGGUNAKAN MODEL WRF-ARW DI MAKASSAR (Studi Kasus Tanggal 6 & 8 Desember 2014)

Author(s)
: Heri Ismanto
RAMADHAN NURPAMBUDI
Edition
:
Call Number
: 551.5 NUR j
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: Radar
MCS
WRF – ARW
Clasification
: 551.5 NUR j
Series Title
:
GMD
: CD-ROM
Language
: Indonesia
Publisher
: STMKG
Publishing Year
: 2015
Publishing Place
: Jakarta
Collation
: PDF download
Specific Detail Info
: PDF download
File Attachment
:
Availibilty
: JURPDFM00060.1   My Library   : Available
Mesoscale Convective System (MCS) banyak aktif Di Benua Maritim seperti Asia Tenggara khususnya Indonesia. Fenomena ini mampu menghasilkan area awan Cumulonimbus yang luas (ratusan hingga ribuan km) dengan masa hidup yang lebih panjang (lebih dari tiga jam). Identifikasi dan pelacakan MCS dengan menggunakan Radar cuaca dilakukan dengan melihat parameter yaitu, daerah mininum minimal (luasan) 1250km², untuk reflektivitas threshold >20 DBZ, setidaknya memiliki masa hidup 1 jam. Model WRF masih belum mampu merepresentasikan kondisi Mesoscale Convective System dengan baik. Dari analisis dinamika MCS yang terjadi di Makassar menggunakan model WRF diketahui proses terjadinya MCS sangat dipengaruhi dengan besarnya nilai CAPE yang terjadi sekitar Laut Jawa, proses terjadinya MCS diperlukan sebuah kolam dingin (cold pool) yang luas dan juga aktif dalam waktu yang lama, serta pola angin seringkali terjadi downdraft pada lapisan bawah dan juga pada beberapa lokasi terdapat arus siklonik pada lapisan ±500mb. Kata Kunci : MCS, Radar,WRF – ARW

Mesoscale Convective System (MCS) banyak aktif Di Benua Maritim seperti Asia Tenggara khususnya Indonesia. Fenomena ini mampu menghasilkan area awan Cumulonimbus yang luas (ratusan hingga ribuan km) dengan masa hidup yang lebih panjang (lebih dari tiga jam). Identifikasi dan pelacakan MCS dengan menggunakan Radar cuaca dilakukan dengan melihat parameter yaitu, daerah mininum minimal (luasan) 1250km², untuk reflektivitas threshold >20 DBZ, setidaknya memiliki masa hidup 1 jam. Model WRF masih belum mampu merepresentasikan kondisi Mesoscale Convective System dengan baik. Dari analisis dinamika MCS yang terjadi di Makassar menggunakan model WRF diketahui proses terjadinya MCS sangat dipengaruhi dengan besarnya nilai CAPE yang terjadi sekitar Laut Jawa, proses terjadinya MCS diperlukan sebuah kolam dingin (cold pool) yang luas dan juga aktif dalam waktu yang lama, serta pola angin seringkali terjadi downdraft pada lapisan bawah dan juga pada beberapa lokasi terdapat arus siklonik pada lapisan ±500mb. Kata Kunci : MCS, Radar,WRF – ARW

PDF download

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG