Book Detail

JURNAL KAJIAN METEOROLOGI TERKAIT KEJADIAN HUJAN EKSTREM DI WILAYAH TERNATE (STUDI KASUS 16 – 17 JULI 2013 DAN 5 AGUSTUS 2013)

Author(s)
: Vianca Adjie Dwi Putra
Edition
:
Call Number
: 551.5 PUT j
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: sinoptik
SATELIT MTSAT-2
Hujan Ekstrem
Gangguan Cuaca
Clasification
: 551.5 PUT j
Series Title
:
GMD
: CD-ROM
Language
: Indonesia
Publisher
:
Publishing Year
: 0
Publishing Place
:
Collation
: PDF DOWNLOAD
Specific Detail Info
: PDF DOWNLOAD
File Attachment
:
Availibilty
: JURPDFM00032.1   My Library   : Available
Abstrak – Wilayah Ternate memiliki pola hujan ekuatorial, dimana hampir sepanjang tahun wilayah Ternate mendapatkan hujan. Hujan yang terjadi bervariasi kondisinya, dari kejadian hujan ringan, hujan sedang, hingga cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai guntur dan angin kencang. Telah terjadi hujan ekstrem pada tanggal 16-17 Juli 2013 dan 5 Agustus 2013 yang bernilai > 100 mm/hari. Di dalam melakukan analisis yang menjadi bahan penelitian adalah data-data pengamatan udara permukaan dengan parameter yang dipilih adalah suhu titik embun, tekanan udara, kelembaban relatif, serta arah dan kecepatan angin yang diperoleh dari pengamatan Stasiun Meteorologi Babullah Ternate, dan juga data satelit MTSAT-2 untuk mendapatkan nilai suhu kecerahan awan. Serta data FNL untuk pengolahan dalam Model WRF-ARW. Data-data tersebut diolah menggunakan aplikasi penunjang seperti Microsoft Excel, SATAID, model WRF-ARW dan aplikasi GrADS. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan untuk mengetahui penyebab hujan ekstrem di Wilayah Ternate didapatkan kesimpulan bahwa ganguan cuaca skala sinoptik memainkan peranan penting dalam kejadian hujan ekstrem yang terjadi, dimana pada tanggal 16 Juli - 17 Juli 2013 dan pada tanggal 5 Agustus yang berperan adalah konvergensi. Kata Kunci :Sinoptik, Hujan Ekstrem, Satelit MTSAT-2, Gangguan Cuaca

Abstrak – Wilayah Ternate memiliki pola hujan ekuatorial, dimana hampir sepanjang tahun wilayah Ternate mendapatkan hujan. Hujan yang terjadi bervariasi kondisinya, dari kejadian hujan ringan, hujan sedang, hingga cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai guntur dan angin kencang. Telah terjadi hujan ekstrem pada tanggal 16-17 Juli 2013 dan 5 Agustus 2013 yang bernilai > 100 mm/hari. Di dalam melakukan analisis yang menjadi bahan penelitian adalah data-data pengamatan udara permukaan dengan parameter yang dipilih adalah suhu titik embun, tekanan udara, kelembaban relatif, serta arah dan kecepatan angin yang diperoleh dari pengamatan Stasiun Meteorologi Babullah Ternate, dan juga data satelit MTSAT-2 untuk mendapatkan nilai suhu kecerahan awan. Serta data FNL untuk pengolahan dalam Model WRF-ARW. Data-data tersebut diolah menggunakan aplikasi penunjang seperti Microsoft Excel, SATAID, model WRF-ARW dan aplikasi GrADS. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan untuk mengetahui penyebab hujan ekstrem di Wilayah Ternate didapatkan kesimpulan bahwa ganguan cuaca skala sinoptik memainkan peranan penting dalam kejadian hujan ekstrem yang terjadi, dimana pada tanggal 16 Juli - 17 Juli 2013 dan pada tanggal 5 Agustus yang berperan adalah konvergensi. Kata Kunci :Sinoptik, Hujan Ekstrem, Satelit MTSAT-2, Gangguan Cuaca

PDF DOWNLOAD

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG