Book Detail

JURNAL PERFORMA MODEL WRF-ARW DALAM MEMPREDIKSI HUJAN LEBAT DI PANGKALAN BUN (STUDI KASUS 11 NOVEMBER 2013)

Author(s)
: YOLANDA PRAMITA DESTYAGANI
Edition
:
Call Number
: 551.5 DES j
ISBN/ISSN
:
Subject(s)
: WRF-ARW
HUJAN LEBAT
GFS
Clasification
: 551.5 DES j
Series Title
:
GMD
: CD-ROM
Language
: Indonesia
Publisher
:
Publishing Year
: 0
Publishing Place
:
Collation
: PDF DOWNLOAD
Specific Detail Info
: PDF DOWNLOAD
File Attachment
:
Availibilty
: JURPDFM00034.1   My Library   : Available
Abstrak Pada tanggal 11 November 2013 dan 01 Februari 2015 terjadi hujan dengan intensitas 152,8 mm dan 109,0 mm di Pangkalan Bun. Menurut KEP.009 Tahun 2010, kedua hujan berkategori hujan sangat lebat yang termasuk dalam cuaca ekstrim.Penelitian dilakukan dengan menggunakan data GFS dengan inisial jam 00.00 UTC dengan prakiraan untuk 7 hari hingga 1 hari kedepan. Parameterisasi yang digunakan pengaturan default dengan tiga domain, yaitu 27 km, 9 km, dan 3 km. Hasil prakiraan dari WRF-ARW kemudian divalidasi menggunakan korelasi, RMSE dan tabel kontingensi. Analisis terhadap streamline 850 mb, vortisitas, divergensi, kelembaban relatif, CAPE, LI dan TT secara umum mendukung kondisi atmosfer untuk terjadinya hujan lebat. Validasi terhadap curah hujan kasus 1 yaitu tanggal 11 November 2013 dan kasus 2 yaitu tanggal 01 Februari 2015menghasilkan hasil terbaik adalah hasil prakiraan 4 hari dan 1 hari. Semua hasil prakiraan menunjukkan bahwa terjadi hujan, namun tidak mampu menggambarkan adanya hujan lebat. Kata kunci : WRF-ARW, hujan lebat, GFS

Abstrak Pada tanggal 11 November 2013 dan 01 Februari 2015 terjadi hujan dengan intensitas 152,8 mm dan 109,0 mm di Pangkalan Bun. Menurut KEP.009 Tahun 2010, kedua hujan berkategori hujan sangat lebat yang termasuk dalam cuaca ekstrim.Penelitian dilakukan dengan menggunakan data GFS dengan inisial jam 00.00 UTC dengan prakiraan untuk 7 hari hingga 1 hari kedepan. Parameterisasi yang digunakan pengaturan default dengan tiga domain, yaitu 27 km, 9 km, dan 3 km. Hasil prakiraan dari WRF-ARW kemudian divalidasi menggunakan korelasi, RMSE dan tabel kontingensi. Analisis terhadap streamline 850 mb, vortisitas, divergensi, kelembaban relatif, CAPE, LI dan TT secara umum mendukung kondisi atmosfer untuk terjadinya hujan lebat. Validasi terhadap curah hujan kasus 1 yaitu tanggal 11 November 2013 dan kasus 2 yaitu tanggal 01 Februari 2015menghasilkan hasil terbaik adalah hasil prakiraan 4 hari dan 1 hari. Semua hasil prakiraan menunjukkan bahwa terjadi hujan, namun tidak mampu menggambarkan adanya hujan lebat. Kata kunci : WRF-ARW, hujan lebat, GFS

PDF DOWNLOAD

Peminjam Aktif

  • Boby Christian Sinaga ( 78 )
  • Lisnawati ( 77 )
  • BIMA TRI ARIYANTO ( 74 )
  • Hanif Kurniadi ( 71 )
  • Jesnny Claudia Grimeldi Haurissa ( 65 )
Perpustakaan STMKG